Rabu, 08 April 2009

INFERTILITAS

INFERTILITAS
dr.Rusbandi Sp.OG
 DEFINISI :
*PRIMER  ISTRI BELUM PERNAH HAMIL
 FREQUENSI SENGGAMA NORMAL
 TANPA KONTRASEPSI – 12 BLN

*SEKUNDER  ISTRI PERNAH HAMIL

 PEMERIKSAAN INFERTIL
- SATU KESATUAN ♀ - ♂
- SYARAT :
♀ 20 – 30 THN  1THN BELUM HAMIL
 AB BERULANG
 KELAINAN ENDOKRIN
 RADANG RONGGA PELVIS
 BEDAH GINEKOLOGI
♀ 30 -35 THN  PERTAMA DATANG BEROBAT
 PROGRAM
♀ 35 – 40 THN  BLM PUNYA ANAK PADA PERKA
WINAN INI


!!TIDAK DIPROGRAM BILA PASANGAN INFERTIL ME
NGIDAP PENYAKIT YG MEMBAHAYAKAN JANIN –
PASANGANNYA

 MASALAH INFERTILITAS
 SPERMATOZOA
 VAGINA – CERVIX – UTERUS – TUBA – OVARIUM
” SPERMATOZOA ”
* SPERMA ANALISA
 3 – 5 HARI ABSTINENSIA
 GELAS STERIL
 < 2 JAM SETELAH EJAKULASI
 KONDOM  TAK BAIK
* KARAKTERISTIK
 KOAGULASI – LIKUEFAKSI – ENZIM
 VISKOSITAS  ↑ KE ARAH FERTIL
 WARNA – BAU  KHAS
 VOLUME : * 2- 5 ML
* < 1 ½ ML  INSEMINASI
* > 5 CC
 PH = 3,7 – 7,7


 FRUKTOSA (+) PADA SEMUA AIR MANI KECUALI
PADA : * AZOOSPERMIA
* DUKTUS EYAKULATORIUS TERTUTUP
* EYAKULASI RETROGRAD
* PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS
 KONSENTRASI SPERMA  20 – 200 X 106 / ML
 MOTILITAS SPERMA :
• 25 X LPB  % !
• GERAK EKOR, KEMAJUAN, ARAH DAN KECEPATAN
 MORFOLOGI  JENIS NORMAL  &?

“ VAGINA ”
* HAMBAT PENYAMPAIAN SPREMA KE SERVIK
 SUMBATAN PSIKOGEN  VAGINISME
 DISPAREUNI – CONGENITAL
 VAGINITIS – KANDIDA – TRICHOM

“ SERVIX ”
* UPS  LENDIR SERVIX
* INSEMINASI BUATAN
*CANALIS SERVIKALIS  LEKUK BERLENDIR  SPERMA DITIMBUN – DIPELIHARA DARI FAGOSITOSIS
*MIGRASI SPERMA  HARI KE 8 – 9 ATAU PUNCAKNYA SAAT OVULASI.
*SPERMA MENCAPAI LENDIR SERVIX 11/2 – 3’ SETELAH EJAKULASI > 35’ DI DLM VAGINA  TAK MAMPU KE SERVIX  8 HARI HIDUP DI LENDIR SERVIX
 MASALAH SERVIX 
* SUMBATAN CANALIS SERVIKALIS :
 ATRESIA, POLIP
 STENOSIS  RADANAG – TRAUMA
 SINEKIA POSTERIOR
 INSEMINASI INADEQUAT
* LENDIR SERVIX ABNORMAL  PADA PERUBAHAN
PH
 UPS / UJI PASCA SENGGAMA 
* ABSTINENSIA 2 HARI
* 2 JAM SBLM SDH HADIR
* PMRKSN GINEKOLOGI  KAPAS KERING
* PERTENGAHAN SIKLUS HAID
* SEBELUM 2 JAM PASCA SENGGAMA
SPERMA PADA PIPET TUBERKULIN  MIKROSKOP



 UJI INVITRO 
* OBJEK GLASS  MIKROSKOP
*SETETES MANI + SETETES LENDIR SERVIX DISINGGUNGKAN  KEMAMPUAN SPERMATOZOA MENEMBUS

 UJI IMMUNOLOGIK 
* SETETES MANI + SETETES LENDIR SERVIX DIADUK
 TUTUP DECKGLASS
* SETETES MANI DILETAKKAN PADA OBYEK GLASS
YG SAMA  TUTUP DECK GLASS
* AMATI GERAKAN SPERMA
- GERAK TERUS  NORMAL
- GERAK TERHENTI
- GERAK GEMETAR

”UTERUS ”
• SPERMA  PROSTAGLANDIN  KONTRAKSI VAGINA - UTERUS  SPERMA MAMPU KE TUBA  COPULASI
• 5’ SPERMA SAMPAI DI TUBA SETELAH INSEMINASI / EJAKULASI

 MASALAH DI LUAR UTERUS 
• KADAR PROSTAGLANDIN SPERMA
• DISTORSI – SINEKIA – MYOMA – POLIP – RADANG
 BIOPSI ENDOMETRIUM 
• PENGARUH ESTROGEN  ENDOMETRIUM = HR 14
• PERADANGAN, CA, OVULASI = HARI 5 – 6 POST OVULASI
 DEFEK FASE LUTEAL 
• CORPUS LUTEUM TDK HASILKAN PROGESTERON CUKUP
• DX DENGAN  CURVE SUHU BASAL
 SITOLOGI HORMONAL
 BIOPSI ENDOMETRIUM
 LAB PROGESTERON PLASMA
 HISTEROSALPINGOGRAFI 
• ~ PERTUBASI  GAS/ CAIRAN PERTUBASI DIGANTI
KONTRAS
• PERTUBATOR
• FOLEY CATHETER PAEDIATRI NO 8
• RADIOLOGI – BNO



 FUNGSI HSG 
• DIAGNOSTIK : - CAV UTERI - PERITONEUM
- PATENSI TUBA
• TERAPI DILATASI – BILASAN2 TUBA
• BACTERIOSTATIK ( YOD )  KWALITAS LENDIR SERVIX > BAIK
•  LANGSUNG HAMIL
• KOMPLIKASI  NYERI HEBAT – SHOCK KEJANG HEBAT
• RS
 HISTEROSKOPI 
• PENEROPONG CAVUM UTERI YG TELAH DIGEMBUNGKAN DG DEXTRAN – GLUKOSA NACL ATAU CO2.
• INFERTILITAS  KELAINAN PADA HSG
 ABORTUS HABITUALIS
 MYOMA – POLIP
 PDRH UTERUS ABNORMAL
 SEBELUM BEDAH PLASTIK TUBA
 PASANG KATETER SPLINT
• KONTRAINDIKASI
* HAMIL * PERDARAHAN UTERUS >>
* INFEKSI AKUT
• LENDIR SERVIX TAK BAIK
• IMUNOLOGIK  ANTIBODI ANTISPERMA
 MYOMA UTERI 
• TEKANAN TUBA
• DISTORSI
• ELONGATIO CAVUM UTERI
• IRITASI MYOMA
 MYOMECTOMI  50% HAMIL
 TUBA YG TERSUMBAT 
• INFEKSI BERULANG  ANTIBIOTIK
• ENDOMETRIOSIS  DANAZOL
 HO
 OPERATIF
• HIDROTUBASI

” TUBA ”
• PALING PENTING PATENSI TUBA
• PERTUBASI
 MENIUPKAN CO2 / CARAN DALAM TUBA MELALUI KANULA / FOLEY CATHETER DARI CANALIS SERVIKALIS


 TUBA PATENT BILA
* GAS MENGALIR BEBAS KE CAV UTERI 
RONGGA PELVIS
* AUSCULTASI  SUPRAPUBIX (+) JEF
• KONTRAINDIKASI
* HAMIL
* RADANG
* PASCA CURRETAGE
* PERDARAHAN UTERUS >>
” OVARIUM ”
• OVULASI JARANG  INFERTIL
• DETEKSI OVULASI  BAG INTEGRAL PEMR INFERTIL
*DIPERLUKAN SAAT :
- AKAN INSEMINASI
- MENENTUKAN SANGGAMA TEPAT
• DETEKSI OVULASI
* NYERI PERUT PERTENGAHAN SIKLUS
* LENDIR SERVIX :
 OUI MELEBAR
 ∑ + DAYA MEMBENANG >
 VISKOSITAS ↓
 DAYA SERBU SPERMA ↑
 ↑ SEL KARIOPIKNOTIK
* SUHU BASAL BADAN
↑ SUHU BASAL BDN MENDAHULUI OVULASI
” SITOLOGI VAGINA ( MI ) ”
• PENGARUH ESTROGEN – PROGESTERON KE DDG MUKOSA VAGINA
• MENILAI ADANYA OVULASI  FASE LUTEAL LANJUT
• MENENTUKAN SAAT OVULASI
• MENENTUKAN FASE OVARIUM YG TAK OVULASI
 MI
*2 HARI SEBELUM  NIMORAZOL
*HARI 8 . 12 . 18 . 24
*TIDAK SENGGAMA 24 JAM SEBELUM
*FORNIX LATERALIS  SPATEL
*FIXASI ALKOHOL 95%  CAT HARRIS SHORR
• PEMERIKSAAN HORMONAL
* LH / FSH ↑  OVARIUM
↓  HYPOFISIS - HIPOTHALAMUS

* ESTROGEN  1 MINGGU 1X
 SERUM / URINE
 < 10 GR  TAK ADA AKTIVITAS
OVARIUM
> 15 µGR  AKTIFITAS FOLLIKEL
20 – 50 µGR  ANOVULATOAR
40 – 250 µGR  FLUKTUASI + 1µGR
PROGESTERON
* PREGNANDIOL  SERUM URINE
 10 MGR (PLASMA)
 2 NGR (URINE)

“ PERITONEUM “
 LAPAROSKOPI DIAGNOSTIK 
• BAG TETEGRAL TERAKHIR
• BILA PEMRK LAIN SAMAR
• 6 – 8 BLN PMRK DASAR
 INDIKASI LAPAROSKOPI
• 1 THN PENGOBATAN NIHIL
• SIKLUS TAK TERATUR
• SUHU BASAL MONOFASIK
• > 30 THN, > 3 THN MENIKAH
• RIWAYAT LAPAROTOMI
• PERNAH HSG
• RIWAYAT APPENDISITIS
• PERTUBASI GAGAL
• ENDOMETRIOSIS ( SUSPECT )
• AKAN INSEMINASI BUATAN
 SAAT DILAKUKAN :
• SEGERA SETELAH OVULASI ( HR 14 – 21 )
• KOMBINASI PMRK HORMONAL
• PATOLOGI ANATOMI
 DX DARI LAPAROSKOPI :
• UTERUS GANDA / ABNORMAL
• ENDOMETRIOSIS
• HYDROSALPHINX
• PERLENGKETAN ADNEXA

“ PROGNOSIS INFERTILITAS “
• UMUR
• LAMANYA PERKAWINAN
• FREKWENSI SANGGAMA
• ♀↓ SETELAH > 30 THN
• ♂↓ SETELAH > 25 THN

“ PENANGGULANGAN INFERTILITAS “
I. AIR MANI ABNORMAL
* SANGGAMA ~ JADWAL
* VARIKOKEL, INFEKSI, SUMBATAN, DEFISIEN
SI GONADOTROPIN, HYPERPROLAKTINEMI
 TX CAUSATIF
II. UPS ABNORMAL
• NORMAL  SPERMA BERGERAK PROGRESIF
PD LENDIR SERVIX
• ABNORMAL 
* KELAINAN GENITAL ♀ / ♂
* PENETRASI KURANG DALAM
* EYAKULASI TAK SEMPURNA
* SPERMA TAK BAIK

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar